ZMedia Purwodadi

Kenali Nutrisi Penting Untuk Daya Ingat Anak

Table of Contents

Murahamat.com - Omega-3, terutama DHA, juga merupakan salah satu nutrisi penting untuk perkembangan otak anak. Nutrisi ini diketahui baik untuk meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, serta kemampuan belajar Si Kecil. Omega-3 tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Peran nutrisi sangat penting untuk mendukung perkembangan otak anak, terutama dalam 8 tahun pertama usianya. Ketika otak mendapatkan nutrisi yang tepat dan optimal, beragam fungsi organ tubuh pun dapat berjalan secara optimal. 


Ilustasi Omega-3 /Freepik


Studi dari Indonesia Health Development Center (IHDC) menyoroti bahwa stunting, anemia, serta rendahnya asupan protein dan kalori berkaitan dengan kemampuan working memory anak usia sekolah.

Dilansir dari lama website Universitas Gadjah Mada, working memory adalah sistem kognitif di otak yang berfungsi menyimpan sekaligus mengolah informasi dalam waktu singkat. Sederhananya, fungsi ini bisa diibaratkan seperti "papan tulis" di dalam pikiran atau RAM pada komputer yang memproses informasi secara cepat.

Dilansir dari CNNIndonesia, Dalam rangka mendukung kecerdasan otak Si Kecil, Ayah dan Bunda tentu harus memenuhi asupan nutrisi yang telah disebutkan di atas. Beragam nutrisi tersebut dapat diperoleh melalui konsumsi makanan dan minuman sehat, seperti telur, daging, makanan laut, sayur, buah, dan susu atau olahannya.

1. Omega-3

Omega-3, terutama jenis DHA, diperlukan oleh tubuh karena bermanfaat dalam menjaga kesehatan otak dan suasana hati. Meski perannya begitu penting, nutrisi ini tidak dihasilkan oleh tubuh, sehingga asupannya perlu dicukupi dari makanan atau suplemen.

2. Zat besi

Menurut sebuah riset, salah satu kunci utama agar anak memiliki perkembangan otak yang baik adalah asupan zat besi. Hal ini karena zat besi berperan dalam produksi sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

Dengan asupan zat besi yang cukup, otak juga akan memperoleh oksigen yang cukup sehingga proses metabolisme di dalam otak dapat berlangsung dengan baik.

3. Kolin

Kolin merupakan senyawa larut air yang berperan untuk menjaga kesehatan fungsi dan perkembangan organ tubuh, termasuk otak. Pasalnya, kolin bertugas memproduksi asetilkolin yang mengatur mood dan memori, serta mendukung kecerdasan.

4. Protein

Dalam sebuah kasus yang dapat dialami pada penderita penyakit anemia juga memiliki asupan protein yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa masalah gizi saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri.

Menurut sang Dokter spesialis gizi, Luciana Sutanto, menegaskan bahwa nutrisi dan layanan kesehatan sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak, sistem imun, dan pertumbuhan anak. Kekurangan protein tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga fungsi kognitif.

Protein merupakan bahan baku pembentukan sel, termasuk sel-sel otak. Karena itu, anak usia sekolah perlu mendapatkan asupan protein yang cukup dari makanan seperti telur, ikan, ayam, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

5. Vitamin C

Vitamin C dapat membantu penyerapan tubuh, sumber vitamin C bersamaan dengan makanan kaya zat besi. Ini bisa dilakukan dengan menambahkan buah atau sayur dalam menu makan harian. Luciana juga menekankan pentingnya variasi makanan. "Mengonsumsi makanan yang bervariasi sesuai anjuran gizi seimbang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak," ujarnya.

Post a Comment