ZMedia Purwodadi

Youtube Nonaktifkan Akun Anak Indonesia

Table of Contents

YouTube resmi membatasi akses pengguna di bawah usia 16 tahun di Indonesia sebagai bagian dari penerapan regulasi perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini dilakukan secara bertahap dengan menonaktifkan akun pengguna usia tersebut. Melihat akun YouTube dinonaktifkan memang membingungkan, apalagi jika Anda merasa tidak melakukan pelanggaran berat. Biasanya, Google menonaktifkan akun jika ada indikasi pelanggaran terhadap Pedoman Komunitas atau Persyaratan Layanan.


Ilustrasi Youtube/Unsplash


Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan komitmen YouTube telah dituangkan melalui surat kepatuhan yang diserahkan oleh Google kepada pemerintah.

“Surat kepatuhan sudah kami terima. Ini menandakan keseriusan platform dalam mengikuti aturan yang berlaku,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola sistem elektronik dalam perlindungan anak. Selain pembatasan akun, YouTube juga menghentikan penayangan iklan yang secara khusus menargetkan anak-anak dan remaja.

Langkah tersebut menjadikan YouTube sebagai platform ketujuh yang menyatakan patuh terhadap regulasi tersebut. Sebelumnya, TikTok, Instagram, Facebook, Threads, X, dan Bigo Live telah lebih dulu mengikuti aturan yang sama.

1. Periksa Alasan Penonaktifan

Buka email yang terhubung dengan akun YouTube tersebut (biasanya Gmail). YouTube biasanya mengirimkan notifikasi resmi yang menjelaskan alasan spesifik mengapa akun Anda ditangguhkan, misalnya karena:




Pelanggaran hak cipta berulang.

Konten yang dianggap spam atau menyesatkan.

Ujaran kebencian atau konten seksual.

2. Ajukan Banding (Appeal)

Jika Anda yakin ini adalah kesalahan teknis atau akun Anda diserang (hack), Anda berhak mengajukan banding.

Gunakan Formulir Resmi: Klik tautan banding yang biasanya disertakan dalam email notifikasi, atau kunjungi formulir Banding Akun Google.





Berikan Detail yang Jelas: Jelaskan mengapa Anda merasa akun Anda tidak melanggar aturan. Jika Anda mencurigai akun diretas sebelum dinonaktifkan, sebutkan hal tersebut.

ID Saluran: Anda akan membutuhkan URL atau ID saluran YouTube Anda.

3. Tunggu Proses Peninjauan

Setelah mengirim formulir, tim YouTube akan meninjau kembali keputusan mereka.

Satu Kali Saja: Jangan mengirimkan formulir berkali-kali karena dapat memperlambat proses peninjauan.

Waktu Tunggu: Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari kerja hingga beberapa minggu.

Pemerintah menargetkan seluruh platform digital besar menyesuaikan kebijakan sejak aturan berlaku pada 28 Maret 2026. Hingga kini, masih ada satu platform yang belum menyatakan kepatuhan penuh. Meutya menegaskan kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi platform besar. Seluruh penyelenggara sistem elektronik diwajibkan mematuhi aturan paling lambat Juni 2026.

Post a Comment